47D7FBBC7D171C89B87B26D5C5DEEFC6 Cara Mengetahui Bagaimana “Bandar Saham” Bekerja? - Masnanta

Masukkan Kata Kunci Pencarian

Cara Mengetahui Bagaimana “Bandar Saham” Bekerja?

Cara Mengetahui Bagaimana “Bandar Saham” Bekerja?

Ketika sudah nyemplung di dunia pasar saham, pasti ada beberapa dari Anda yang mengernyitkan dahi sambil keheranan ketika melihat saham yang secara fundamental jelek, kemudian teknikal beberapa waktu sebelumnya juga ga bagus-bagus amat, tapi kok bisa naik drastis.

Biasanya abis itu ngobrol sesama trader dan bahasannya ga jauh-jauh dari seperti ini,

” Wah, saham X lagi digoyang nih. Kayaknya bakal dibawa bandar saham sampai ke Rp 500,- per lembar. Kalo diitung-itung uda sampe 120% dalam 3 bulan terakhir, hati-hati cuy. Jangan sampe ketinggalan gerbong.”

Ternyata seminggu kemudian obrolannya berubah

” Aduuuh, udah beli di Rp 498, eh diturunin sama si bandar saham sampai ke 300 perak. Rugi bandaaar nih!”

Siapa sih “bandar saham”, apa iya punya kuasa segitu kuatnya? Pemerintah aja ga bisa seenaknya gitu lhoh! Tapi please, jangan kaitkan dengan judi ya. Falsafahnya uda beda, dan nggak perlu kita bahas di sini.


Who the hell is “Bandar saham”?

Sumber : rivankurniawan.com


Golongan bandar saham ini bisa satu orang, bisa sekumpulan orang, institusi keuangan, sepanjang mereka punya dana besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Kumpulan mahluk-mahluk ini memiliki potensi untuk membuat harga saham undervalue ataupun overvalue.

Artinya begini, sebuah saham jika harga wajarnya adalah Rp 1.000,- per lembarnya, tapi gara-gara campur tangan bandar saham, maka dapat menjadi Rp 900,- ataupun Rp 1.100,-.

Kalau gitu enak jadi bandar saham dong, tinggal mainin harga trus dapat untung. Tidak semudah itu, karena ada dua hal yang perlu Anda pahami.


  1. Dana yang besar

    Untuk membentuk persepsi bahwa suatu saham memiliki nilai potensial di masa depan, maka si market maker atau bandar saham harus mengangkat harga saham tersebut. Syaratnya mutlak, yaitu harus memiliki saham mayoritas di bursa ataupun bisa mempengaruhi si pemilik saham mayoritas.

    Jadi jelas, investasi yang harus dikeluarkan sampai umpan tersebut di makan oleh investor lainnya luar biasa besar. Nggak mungkin dong ya kalo nilainya cuma 100 juta bisa mempengaruhi pergerakan saham satu perusahaan.


  2. Tidak semua saham bisa di”bandar”

    Salah satu doktrin yang saya yakini bahwa masih ada saham-saham yang ga bakal bisa dipegang oleh bandar sekaya apapun, artinya murni mekanisme pasar. Saham tersebut adalah saham yang memiliki kapitalisasi besar macam grupnya Astra atau Sampoerna.

    Kenapa demikian?

    Karena selain dana yang dibutuhkan super besar, jikapun ada yang memiliki dana sebesar itu maka tidak mudah untuk menggerakkan pasar. Layaknya orang gendut, mau kesana kemari repot dan enggak lincah. Dana yang besar pun akan susah dimulai dari mengangkat harga sampai ke pendistribusian saham yang sudah dibeli.

    Ingat bahwa ada otoritas bursa efek yang akan menyemprit saham yang sedang digoreng jika pergerakannya tidak wajar, dan pergerakan dana dengan jumlah masif akan mudah untuk dideteksi.


  3. Mekanisme Kerja Bandar Saham

    Kita pake cara sederhana aja ya, jadi ada dua fase ni dalam keseluruhan kerja sang bandar saham yang legendaris. Keduanya adalah fase akumulasi (ketika bandar mulai membeli saham) dan fase distribusi (ketika dilakukan penjualan saham ke bursa).

    Proses ngumpulin saham biasanya dimulai dengan beli saham yang harganya sangat-sangat murah. Nah biasanya pula harga yang murah tadi dibarengin dengan isu-isu negatif seputar perusahaan incaran, dan belinya juga nggak langsung banyak karena akan memicu kenaikan signifikan.

    Efek dari akumulasi ini kan bikin harga mulai naik tuh, biasanya di level ini mulai direspon oleh pasar retail. Kalo diliat-liat, mulai banyak deh kabar-kabar positif seputar perusahaan tersebut. Rencana dan proyeksi positif tentang perusahaan bertebaran di berbagai media.

    Kenaikan harga saham berangsur digerakkan oleh mekanisme pasar secara normal, dan secara psikologis kenaikan ini menarik perhatian trader lainnya.

    Ketika sudah dirasa cukup, maka masuklah ke fase berikutnya yaitu fase distribusi. Di fase ini, sang bandar mulai melepas kepemilikan sahamnya secara berangsur-angsur agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan yang justru merugikan. Percayalah ketika proses distribusi selesai dan harga saham tertekan di level terendah, maka nilai sesungguhnya dari harga saham itu baru akan terlihat.


  4. Berita Pom-Pom Saham

    Jebakan paling sering mendera investor ritel adalah berita pom-pom, artinya ulasan atas suatu perusahaan yang terlalu lebai. Pembuat beritanya bisa bandar atau bukan, karena untuk satu jenis saham, bisa ada dua berita lebai. Yang pertama mengajak beli, sementara lainnya menghimbau jual.

    Saya akan berikan contoh saham TAXI, dimana pemberitaannya luar biasa masif pada bulan Maret 2018. Hampir di setiap media online, ada yang menceritakan bahwa saham TAXI akan di beli oleh Gojek sebagai bagian rencana back door listing.Selama 4-5 hari, berita dari beberapa major media masih membicarakan “asumsi” akuisisi TAXI oleh Gojek. Itu belum ditambah asumsi yang dibuat orang-orang dalam grup-grup saham, akhirnya efek berantai.

    Praktis sahamnya meroket dari Rp50,- menjadi sekitar Rp200,- an dalam tempo kurang sebulan

    Tapi ada saja yang apes, yaitu ketika trader baru beli saham TAXI di harga Rp200,- sementara si bandar saham uda siap-siap pulang kampung alias buang barang. Alhasil tidak berapa lama terpaksa menanggung kerugian.


    Bagaimana mengetahui saham sedang dipom-pom?

    Pertama, Anda harus lihat saham tersebut berapa kali dibicarakan dalam satu tempo waktu. Apabila dalam sehari terlalu banyak pemberitaan positif, maka sangat potensi sedang dipom-pom. Biasanya juga pada detik-detik menjelang market dibuka nih, tujuannya mempengaruhi psikologis trader.

    Kedua, biasanya dalam komunitas saham online ada beberapa orang sekuritas turut join. Nah kalian harus tahu ketika ada analisis yang dikeluarkan terlihat tidak masuk akal, ditambah beberapa waktu selanjutnya nge-push orang buat beli, maka saya asumsikan dia sedang pompom. Hati-hati!

     

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel